Dominasi Oklahoma City Thunder di playoff NBA musim ini benar-benar sulit dihentikan. Kini, mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke final Wilayah Barat setelah unggul 3-0 atas Los Angeles Lakers dalam semifinal NBA 2026.
Game 4 yang akan berlangsung Senin malam waktu Amerika diprediksi menjadi laga hidup-mati bagi Lakers. Jika kalah lagi, maka perjalanan tim asal Los Angeles itu resmi berakhir dengan hasil yang memalukan: tersapu bersih 4-0.
Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan bagi Lakers adalah performa luar biasa Thunder sepanjang playoff. Tim unggulan pertama tersebut belum pernah menang dengan margin di bawah 18 poin. Ya, semua kemenangan mereka sejauh ini selalu dominan.
![]() |
| Gambar : Credit National Basketball Association |
Pada Game 3 Sabtu lalu, Thunder kembali menunjukkan kelasnya dengan menghancurkan Lakers 131-108 di kandang lawan. Kali ini, sorotan utama tertuju pada Ajay Mitchell yang tampil menggila lewat 24 poin dan 10 assist, sekaligus mencatat rekor pribadi terbaiknya di playoff.
Pemain muda jebolan UC Santa Barbara itu terus mencuri perhatian sejak dipercaya menjadi starter menggantikan Jalen Williams yang mengalami cedera hamstring pada ronde pertama.
“Setiap kali saya berada di lapangan, saya hanya ingin membuktikan diri dan membantu tim menang,” ujar Mitchell.
Meski perhatian pertahanan Lakers banyak tertuju pada Shai Gilgeous-Alexander, Thunder tetap mampu tampil ganas. Bahkan, Chet Holmgren justru menjadi monster baru dengan rata-rata 21,3 poin dan 10 rebound sepanjang seri ini.
Sementara itu, performa Gilgeous-Alexander memang sedikit menurun dibanding musim reguler. Namun, kontribusinya tetap vital dengan rata-rata 21 poin dan 5,7 assist per laga.
“Mungkin ini bukan performa terbaik saya, tapi kami tetap menang. Itu yang paling penting,” kata sang bintang Thunder.
Di kubu Lakers, situasinya makin sulit. Luka Doncic masih belum bermain akibat cedera hamstring dan kemungkinan besar kembali absen di Game 4. Kehilangan pemain bintang seperti Doncic jelas membuat beban LeBron James semakin berat.
LeBron sebenarnya masih tampil solid dengan rata-rata 23 poin dan 6,7 assist di seri ini. Namun di usia 41 tahun, ia tak bisa bekerja sendirian.
Austin Reaves yang baru kembali dari cedera oblique juga belum tampil konsisten. Lakers pun kesulitan membendung serangan Thunder yang rata-rata mencetak lebih dari 121 poin per pertandingan.
“Situasi ini memang buruk, tapi itu bukan alasan untuk menyerah,” kata Reaves.
Yang paling menyakitkan bagi Lakers adalah fakta sejarah NBA. Dari 161 tim yang pernah tertinggal 0-3 dalam format best-of-seven, tidak ada satu pun yang berhasil bangkit dan memenangkan seri.
Meski demikian, LeBron James masih mencoba menjaga harapan timnya tetap hidup.
“Kami masih punya kesempatan. Kami harus jauh lebih baik di Game 4,” ujar sang legenda NBA.
Kini, semua mata tertuju pada pertandingan berikutnya. Apakah Lakers mampu memperpanjang napas mereka? Atau justru Thunder kembali menunjukkan dominasinya dan mengakhiri seri dengan sapu bersih?
